Relawan Pro SBY: Susilo Bambang Yudhoyono

May 14, 2009

Deklarasi SBY-Boedi di Sabuga Bandung Lebih Wah

Filed under: Uncategorized
[ Kamis, 14 Mei 2009 ]
Deklarasi SBY-Boedi di Sabuga Bandung Lebih Wah
Digelar di Sabuga Bandung, Besok

JAKARTA - Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), tampaknya, tak mau kalah oleh Jusuf Kalla (JK) ketika sama-sama bersaing menuju pilpres (pemilihan presiden). Setidaknya, hal itu terlihat dari cara keduanya mendeklarasikan pasangannya.

Deklarasi capres-cawapres SBY-Boediono yang dilaksanakan di Sasana Budaya Ganesa (Sabuga) Bandung besok malam (15/5) di-setting lebih wah daripada deklarasi pasangan JK-Wiranto.

CEO Fox Indonesia Zulkarnain Mallarangeng yang merupakan konsultan politik SBY dan Partai Demokrat menyatakan, deklarasi di Sabuga Bandung tersebut dirancang berbeda dari suasana deklarasi capres yang selama ini ada di Indonesia. ‘’Suasananya dibuat gloria dan khidmat,'’ ujarnya saat dihubungi tadi malam.

Choel -sapaan Zulkarnain Mallarangeng- menjelaskan, Bandung dipilih sebagai tempat deklarasi karena Kota Kembang tersebut memiliki kedekatan historis dengan capres Partai Demokrat, SBY. ‘’Bandung adalah tempat SBY menghabiskan separo karir militernya sejak mengikuti tes sebagai taruna Akabri,'’ ungkap adik kandung Juru Bicara Presiden Andi Mallarangeng tersebut.

Selain itu, lanjut dia, dua putra kesayangan SBY lahir di ibu kota Jawa Barat tersebut. Putra sulung SBY, Agus Harimurti Yudhoyono, lahir pada 10 Agustus 1978 dan putra bungsu SBY, Edhie Baskoro Yudhoyono, lahir pada 24 November 1980. ‘’Bandung juga merupakan kota yang identik dengan simbol-simbol perjuangan serta patriotisme,'’ jelasnya.

Tempat deklarasi di Sabuga merupakan gedung megah di kompleks ITB, Jalan Taman Sari 73, Bandung. Acara akan dilangsungkan di auditorium hall berkapasitas 1.581 kursi dengan tambahan 200 tempat duduk. Di website www.sabugacenter.com, sewa gedung tersebut disebutkan Rp 25.650.000 per 12 jam.

Acara yang akan dimulai pukul 19.00 itu menampilkan Elfa Secioria dan Bimbo. ‘’Kami memang tidak banyak mengundang artis karena ini bukan kampanye. Ini deklarasi,'’ tegas Choel.

Sejumlah tokoh nasional, kata dia, akan hadir. Namun, dia belum bersedia menyebutkan nama mereka. ‘’Yang pasti, pimpinan parpol-parpol mitra koalisi akan ikut hadir,'’ ujarnya.

SBY akan datang langsung dari Manado setelah menghadiri World Ocean Conference (WOC). Sementara itu, Boediono akan naik kereta api dari Stasiun Gambir besok pagi. SBY dan Boediono masing-masing akan diberi kesempatan berpidato selama 10 menit. Keduanya akan mengenakan kostum merah putih yang dirancang khusus di Kwongtung Tailor, rumah jahit ternama dan mahal di Jakarta.

Melihat rancangan acara deklarasi SBY-Boediono sangat kontras dengan deklarasi capres-cawapres Partai Golkar dan Hanura JK-Wiranto di Tugu Proklamasi, 10 Mei 2009. Saat itu, JK dan Wiranto hanya mengenakan pakaian kuning dipadu celana panjang hitam yang biasa dikenakan dalam acara-acara partai. JK dan Wiranto juga mengenakan peci yang diklaim sebagai simbol kerakyatan.

Tempat di Tugu Proklamasi itu jelas kalah mewah daripada Sabuga. Tugu Proklamasi merupakan areal terbuka yang hanya dihiasi patung proklamator Soekarno-Hatta. Tempat tersebut biasa dipakai mahasiswa atau masyarakat berunjuk rasa. Korban Lapindo juga kerap menjadikan Tugu Proklamasi sebagai markas mereka selama di Jakarta.

Tinggal PKS Yang Menolak

Partai Demokrat tak terlalu pusing atas penolakan empat parpol bakal mitra koalisinya terhadap sosok Gubernur BI Boediono, kandidat terkuat cawapres SBY. Mereka mengklaim hanya PKS yang masih ‘’rewel'’. Tiga partai lainnya, yakni PPP, PAN, dan PKB, sudah mengamini pilihan SBY tersebut.

‘’Di antara empat itu, yang tiga sudah pasti. Yang satu masih proses,'’ kata Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat Ahmad Mubarok setelah diskusi di gedung DPD, Kompleks Parlemen Senayan, kemarin (13/5).

Dia menyatakan tidak terkejut atas manuver parpol-parpol tersebut. ‘’Semua parpol menengah butuh olahraga politik. Biar tetap sehat,'’ ujarnya.

Menurut Mubarok, duet SBY-Boediono tinggal menunggu gongnya. ‘’SBY-Boediono sudah 99 persen,'’ tegas politikus kontroversial yang pernah memprediksi Golkar mendapat 2,5 persen suara nasional dalam Pemilu 2009 tersebut.

Dia menegaskan, pilihan SBY-Boediono akan menjadi win-win solution bagi semua mitra koalisi. Apalagi, sebelumnya banyak masukan agar SBY mengambil cawapres dari kalangan profesional. Bahkan, kata Mubarok, ada parpol mitra koalisi yang ikut menyarankan dia. Terutama kelompok parpol yang sudah memastikan diri tidak mungkin mendapatkan posisi cawapres.

‘’Mungkin parpol itu berpikir, (cawapresnya, Red) juga bukan dari partai saya,'’ ujarnya.

Dengan memilih Boediono, Mubarok optimistis perasaan cemburu antarparpol yang mengajukan cawapres bisa diminimalkan. ‘’Sebab, perolehan suara parpol-parpol koalisi hampir sama. Kalau diambil satu, yang lain iri,'’ katanya.

Wasekjen DPP PKS Agus Purnomo menuturkan, bila jadi berkoalisi dengan SBY, PKS harus menjadi good boy selama lima tahun dengan mendukung pemerintahan. ‘’Jadi, lebih baik ribut-ribut sekarang,'’ ungkapnya.

Dia mengaku, nama Boediono masih menjadi ganjalan bagi PKS. Karena itu, dia menyarankan agar para tokoh kunci parpol koalisi segera berkumpul untuk membicarakannya. Kalau di Demokrat, kata dia, ada SBY.

‘’PAN ada Amien Rais dan Kyai Aziz Mansyur di PKB. Termasuk PPP, entah itu Bachtiar Chamsyah atau Suryadharma Ali,'’ cetus anggota Komisi II DPR itu. PKS bisa diwakili Ketua Majelis Syura Ustad Hilmi Aminudin.

‘’Mungkin bagus, para gentlemen, the riil decision maker di partainya ini semua kumpul. Sesama orang tua, bicara sambil membangkitkan memori,'’ ujarnya.

Kalla Lebih Kaya

Desakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar para calon presiden (capres) segera melaporkan harta kekayaan mulai direspons para kandidat RI 1. Kemarin utusan para capres mendatangi gedung KPK untuk meminta formulir laporan kekayaan.

Juru Bicara KPK Johan Budi S.P. mengungkapkan bahwa kemarin Direktur Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) M. Sigit menerima dua utusan capres. ‘’Dua utusan SBY dan JK datang meminta formulir laporan harta kekayaan. Kami mengapresiasi karena Pak SBY dan JK gesit menanggapi hal ini,'’ jelasnya kemarin.

Menurut data LHKPN yang diunduh dari clearing house di KPK, kekayaan JK yang dilaporkan terakhir cukup besar. Yakni,-Rp 253,9 miliar. Sementara harta bergerak (alat transportasi) senilai Rp 300 juta. Pundi-pundi kekayaan JK paling banyak berupa surat berharga sejumlah Rp 172 miliar.

Sedangkan harta kekayaan SBY kali terakhir dilaporkan adalah Rp 7,1 miliar. Harta tak bergerak senilai Rp 2,9 miliar. Presiden kelahiran Pacitan, Jatim, itu juga memiliki harta tak bergerak lain, mayoritas adalah logam mulia Rp 151 juta. Kekayaan orang nomor satu tersebut paling besar adalah giro senilai Rp 3,4 miliar. (tom/pri/dyn/git/iro/kum)

May 13, 2009

Keinginan SBY Gandeng Boediono Mulai Ditentang

Filed under: Uncategorized
Keinginan SBY Gandeng Boediono Mulai Ditentang
Empat Parpol Koalisi Merasa Tak Diajak Bicara

JAKARTA - Keinginan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menggandeng Boediono sebagai cawapres pada pemilihan presiden (pilpres) mendatang mulai ditentang. Kali ini oleh empat parpol pendukung SBY, yakni PAN, PKS, PKB, dan PPP. Meski demikian, kubu Demokrat yakin parpol-parpol tersebut nanti akhirnya bisa menerima.

Ketua Departemen SDM Partai Demokrat Andi Mallarangeng menyatakan, reaksi keras sejumlah parpol itu muncul karena tidak utuhnya informasi yang diterima. ‘’Mungkin mereka sama-sama dapat informasi sepotong-potong dan tidak menyeluruh, sehingga cepat bereaksi,’’ katanya di Kantor Presiden kemarin.

Begitu mengetahui ada reaksi penolakan dari sejumlah parpol, SBY langsung memerintah jajarannya untuk memberikan penjelasan kepada para pimpinan parpol tersebut. ‘’Tadi sore (kemarin, Red) sudah diberi penjelasan. Rasa-rasanya baik. Jadi, tidak ada masalah yang serius,’’ ujar juru bicara presiden itu.

Namun, Andi mengingatkan bahwa nama Boediono baru bersifat alternatif. Belum ada keputusan resmi dari SBY. ‘’Ya tunggu saja nanti tanggal 15 kami deklarasikan di Bandung,’’ ungkapnya.

Selain penjelasan informasi sore kemarin, siang nanti Partai Demokrat mengumpulkan secara formal parpol-parpol peserta koalisinya, yakni PKB, PKS, PAN, dan PPP. ‘’Besok (hari ini) kami rapat dengan parpol peserta koalisi di Hotel Sultan,’’ jelas Ketua Fraksi Partai Demokrat Syarif Hassan.

Salah satu agendanya mengenai cawapres. Suami presenter Ingrid Kansil itu menuturkan, sebenarnya SBY belum pernah secara formal menyampaikan nama cawapres. Karena itu, Syarif meminta agar parpol-parpol bersabar menunggu pengumuman resmi dari SBY.

Ketua DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum menambahkan, reaksi-reaksi parpol peserta koalisi tersebut menjadi masukan bagi Partai Demokrat. ‘’Tapi, statusnya tentu proposal. Saya harap partai-partai sahabat memberikan kepercayaan kepada mempelai pria (SBY) untuk memilih yang paling tepat di antara yang baik-baik semua,’’ tegasnya.

Reaksi Parpol Koalisi

Mengapa empat parpol tersebut tak setuju pada sosok Boediono? Mereka merasa kecolongan atas keputusan SBY memilih Boediono sebagai cawapres. Partai-partai berasas Islam dan berbasis massa Islam itu bersikukuh calon pendamping SBY harus dari kalangan parpol. Bahkan, mereka berjanji siap legawa bila SBY memilih salah satu di antara cawapres yang diajukan masing-masing parpol itu.

‘’Kalau soal figur, terserah SBY. Tapi, harus dari kalangan parpol. Kami tidak berkeberatan apakah dari usul PKS atau yang lain. Kami tidak bertengkar soal cawapres,’’ kata Sekjen DPP PAN Zulkifli Hasan saat memberi keterangan pers di gedung DPR kemarin.

Penegasan Zulkifli itu sekaligus membantah anggapan bahwa telah terjadi persaingan antarparpol pendukung incumbent soal cawapres yang bisa berujung pada perpecahan.

Sebagaimana diketahui, masing-masing parpol menyodorkan nama cawapres kepada SBY. PAN mendorong Hatta Rajasa, PKS menawarkan Hidayat Nur Wahid, dan PKB menjagokan Muhaimin Iskandar.

Menurut Zulkifli, kabar SBY telah memutuskan Boediono sebagai pendampingnya sangat mengejutkan partainya yang akan berkoalisi dengan Demokrat. ‘’Ini akan dikomunikasikan ke pimpinan partai,’’ ujarnya.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Sekjen DPP PKS Anis Matta, Ketua DPP PKS Mahfudz Siddiq, Ketua DPP PPP Lukman Hakim Saifuddin, serta Wasekjen DPP PKB Jatim Imam Nahrawi.

Anis Matta menegaskan, PKS siap menerima keputusan cawapres SBY, asalkan dari parpol peserta koalisi dan merepresentasikan umat Islam. Dia mencontohkan duet Gus Dur-Megawati Soekarnoputri (1999-2001), Megawati Soekarnoputri-Hamzah Haz (2001-2004), serta SBY-Jusuf Kalla (2004-2009). ‘’Jusuf Kalla notabene dari HMI dan didukung alim ulama,’’ tuturnya.

Menurut Anis, duet SBY-Boediono tidak sejalan dengan aspirasi arus bawah partainya yang menghendaki tetap ada keterwakilan Islam. "Kami ingin menentukan sikap sesama partai lain dalam koalisi dan menyusun sikap baru jika keputusan ini dipaksakan," katanya.

Ketua DPP PKS Mahfudz Siddiq menambahkan, hari ini Tim Sembilan Partai Demokrat mengundang parpol-parpol bakal mitra koalisi untuk membahas persiapan deklarasi SBY dan cawapresnya pada 15 Mei mendatang di Bandung. "Jadi, nanti sekaligus kami tanyakan ke Tim Sembilan. Mudah-mudahan bisa direspons dan sebelum 15 Mei sudah klir. Kalau nggak klir, kami nggak tahu apa tanggal 15 Mei itu jadi atau tidak," ancamnya.

Tak seperti PKS dan PAN yang tampak bersikap keras, PPP dan PKB justru berusaha menampilkan kesan kompromistis. Ketua DPP PPP Lukman Hakim Syaifuddin menyampaikan, sejak awal partainya menyarankan SBY mengambil cawapres dari kalangan parpol. Tapi, dia memahami bahwa penentuan cawapres sepenuhnya menjadi kewenangan capres.

"Keduanya akan menjadi dwitunggal dalam menjalankan pemerintahan lima tahun ke depan," katanya. Meski begitu, Lukman berharap ada komunikasi yang baik antara SBY dan parpol-parpol pendukung koalisi. Apalagi, mencuatnya nama Boediono sebagai cawapres SBY telah menimbulkan banyak pertanyaan.

"Ada baiknya kalau SBY bisa memberi penjelasan setelah klarifikasi. Apa betul Boediono yang menjadi cawapres. Bisa jadi itu isu yang tak berdasar. Tapi, kalau benar, apa alasannya," ujar Lukman.

Wasekjen DPP PKB Imam Nahrawi mengatakan, parpol-parpol peserta koalisi seharusnya diajak berbicara. Itu penghargaan awal dari Demokrat dan SBY kepada parpol mitra koalisi. Selanjutnya, baru cawapres itu diumumkan bersama-sama.

"Kami ingin hubungan harmonis. Kalau belum pilpres saja sudah begini, bagaimana nanti saat pilpres? Sebelum 15 Mei kami harus duduk bersama satu meja dengan SBY, sehingga semua bisa ikhlas mengawal pilpres dengan baik," bebernya.

Secara terpisah Ketua DPP PKB Muhaimin Iskandar menegaskan, keberatan parpolnya bukan terkait sosok Boediono, tapi karena tidak dilibatkan dalam pembicaraan. Sebab, pada prinsipnya, PKB menyadari hak capres untuk menentukan cawapresnya. "Saya hanya bisa menyarankan agar melibatkan partai-partai lain. PKB tak akan meninggalkan SBY," ujarnya.

Kalau PKS bersikeras menolak Boediono, Hidayat Nur Wahid justru tidak mempersoalkannya. Cawapres yang dicalonkan PKS itu menilai Boediono cukup pantas menjadi pendamping SBY.

"Tentu presiden memahami dan mempertimbangkan siapa yang akan mendampinginya," kata Hidayat seusai pembukaan acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan di Hotel Bhirawa, Kompleks Bidakara, kemarin. "Pak Boediono seorang profesional. Kalau Pak SBY menilainya baik, itu semua ada di Pak SBY, rakyatlah juga yang menilai," tambah Hidayat. (tom/pri/kum)






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by B A Khan